Dapatkan tips dan trik seputar operating sistem windows di sini

SMS Gateway Default

SMS gateway default merupakan produk yang cocok untuk anda jika ingin memanage fungsi sms di komputer anda.

SMS Gateway Multiuser

Mempunyai banyak user yang akan menggunakan fitur sms yang berbeda-beda? Ya anda bisa menggunakan produk ini. Produk ini di khususkan untuk pengguna yang akan menerapkan dengan user yang banyak

Ujian Berbasis Komputer

Aplikasi ini digunakan untuk mendigitalkan ujian maupun sistem pembelajaran. Sangat cocok untuk sekolah yang akan beralih ke sistem digital. Kami juga memberikan source code agar bisa di kembangkan sendiri untuk menyesuaikan dengan sekolahnya masing-masing

SMS Gateway For School

Aplikasi ini digunakan untuk mendigitalkan ujian maupun sistem pembelajaran. Sangat cocok untuk sekolah yang akan beralih ke sistem digital. Kami juga memberikan source code agar bisa di kembangkan sendiri untuk menyesuaikan dengan sekolahnya masing-masing

Tampilkan postingan dengan label Komputer Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komputer Umum. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Maret 2010

Berkenalan dengan USB 3.0 Yuk

USB yang merupakan singkatan dari universal serial bus, merupakan jenis konektor perangkat elektronik yang sangat sering dipakai, mulai dari mouse, keyboard, hardisk external, CD rom external, kamera dan masih banyak lagi. Cikal bakal USB dikenalkan pada januari 1996, dimana kala itu dimaksudkan untuk mengantikan konektor yang terdapat di komputer seperti serial port ataupun paralel port. USB kala itu dikenal dengan USB 1.0 yang mempunyai dua versi yaitu kecepatan yaitu Low speed (1,5 Mbit/s) dan full speed (12 Mbit/s).




Pada awal mula USB dikenal masih sedikiti perangakt yang menggunakan konektor ini. Kemudian tahun 1998 USB 1.0 di revisi menjadi USB 1.1. Baru pada versi ini mulai muncul perangkat seperti kamera mulai menggunakan konektor ini. Pada tahun 2000 USB kembali di revisi menjadi USB 2.0 karena USB 1.1 karena transfer datanya lebih lambat dibandingkan konektor firewire. Pada USB 2.0 ini dijanjikan peningkatan kecepatan sampai 40 kali dibandingkan dengan versi sebelumnya.


Nah pada USB 2.0 terdapat terdapat dua versi yaitu USB 2.0 Full Speed dan USB 2.0 High Speed, dimana USB 2.0 memiliki transfer yang sama dengan USB 1.1, sedangkan USB 2.0 High speed mempunyai kecepatan 480 Mbit/s (teoritis) atau 60Mbyte/s. Namun kecepatan ini masih kalah dibandingkan dengan konektor seperti firewire 800 dan eSATA.



Pada tahun 2007 pihak intel mendemonstrasikan USB versi terbaru yang dilabeli USB 3.0. Jika pada USB 2.0 dilabeli High Speed, maka pada USB 3.0 dilabeli Super Speed. Kecepatan yang ditawarkan pun sangat besar yaitu 10 kali lipat dari pada USB 2.0 yaitu sekitar 4,8 Gbit/s. Bila dilihat dari kecepatan yang ditawarkan USB 3.0 ini bisa menyamai eSATA, namun USB 3.0 memiliki keunggulan karena tidak terpaut hanya perangkan ATA seperti hardisk saja.


Untuk melihat kecepatan transfer dari USB 3.0 ini berikut hasil tes yang telah dilakukan oleh majalah chip

Bisa kita lihat dari pengujian yang dilakukan majalah chip terdapat perbedaan yang cukup signifikan terhadap kinerja dari USB 3.0, walaupun belum mendekati kecepatan yang dijanjikan 4,8 Gbit/s atau 600 Mbyte/s. Namun kecepatan ini akan berpengaruh jika perangkat yang kita gunakan juga menggunakan konektor USB 3.0. Dan kelemahan terbesarnya adalah masih sedikitnya perangkat-perangkat yang menyediakan konektor USB 3.0. Namun kedepannya pasti konektor USB 2.0 (yang sudah kuno) akan tergantikan oleh USB 3.0 yang lebih baru. Jadi kita tunggu saja para produsen perangkat keras dalam mengimplementasikan konektor terbaru ini



Share:

Selasa, 05 Januari 2010

Serangan DOS dan DDOS pada server


Serangan DoS (Inggris: denial-of-service attacks) adalah jenis serangan terhadap sebuah komputer atau server di dalam jaringan internet dengan cara menghabiskan sumber (resource) yang dimiliki oleh komputer tersebut sampai komputer tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan benar sehingga secara tidak langsung mencegah pengguna lain untuk memperoleh akses layanan dari komputer yang diserang tersebut.




Dalam sebuah serangan Denial of Service, si penyerang akan mencoba untuk mencegah akses seorang pengguna terhadap sistem atau jaringan dengan menggunakan beberapa cara, yakni sebagai berikut:

  • Membanjiri lalu lintas jaringan dengan banyak data sehingga lalu lintas jaringan yang datang dari pengguna yang terdaftar menjadi tidak dapat masuk ke dalam sistem jaringan. Teknik ini disebut sebagai traffic flooding.
  • Membanjiri jaringan dengan banyak request terhadap sebuah layanan jaringan yang disedakan oleh sebuah host sehingga request yang datang dari pengguna terdaftar tidak dapat dilayani oleh layanan tersebut. Teknik ini disebut sebagai request flooding.
  • Mengganggu komunikasi antara sebuah host dan kliennya yang terdaftar dengan menggunakan banyak cara, termasuk dengan mengubah informasi konfigurasi sistem atau bahkan perusakan fisik terhadap komponen dan server.



Bentuk serangan Denial of Service awal adalah serangan SYN Flooding Attack, yang pertama kali muncul pada tahun 1996 dan mengeksploitasi terhadap kelemahan yang terdapat di dalam protokol Transmission Control Protocol (TCP). Serangan-serangan lainnya akhirnya dikembangkan untuk mengeksploitasi kelemahan yang terdapat di dalam sistem operasi, layanan jaringan atau aplikasi untuk menjadikan sistem, layanan jaringan, atau aplikasi tersebut tidak dapat melayani pengguna, atau bahkan mengalami crash. Beberapa tool yang digunakan untuk melakukan serangan DoS pun banyak dikembangkan setelah itu (bahkan beberapa tool dapat diperoleh secara bebas), termasuk di antaranya Bonk, LAND, Smurf, Snork, WinNuke, dan Teardrop.

Meskipun demikian, serangan terhadap TCP merupakan serangan DoS yang sering dilakukan. Hal ini disebabkan karena jenis serangan lainnya (seperti halnya memenuhi ruangan hard disk dalam sistem, mengunci salah seorang akun pengguna yang valid, atau memodifikasi tabel routing dalam sebuah router) membutuhkan penetrasi jaringan terlebih dahulu, yang kemungkinan penetrasinya kecil, apalagi jika sistem jaringan tersebut telah diperkuat.

Percobaan serangan Denial of Service yang dilakukan terhadap sebuah host dengan sistem operasi Windows Server 2003 Service Pack 2 (Beta).




Cara kerja serangan Distributed Denial of Service sederhana

Distributed Denial of Service (DDoS) atau Penolakan Layanan secara Terdistribusi adalah salah satu jenis serangan Denial of Service yang menggunakan banyak host penyerang (baik itu menggunakan komputer yang didedikasikan untuk melakukan penyerangan atau komputer yang "dipaksa" menjadi zombie) untuk menyerang satu buah host target di jaringan.

Serangan Denial of Service klasik bersifat "satu lawan satu", sehingga dibutuhkan sebuah host yang kuat (baik itu dari kekuatan pemrosesan atau sistem operasinya) demi membanjiri lalu lintas host target sehingga mencegah klien yang valid untuk mengakses layanan jaringan pada server yang dijadikan target serangan. Serangan DDoS ini menggunakan teknik yang lebih canggih dibandingkan dengan serangan Denial of Service yang asli, yakni dengan meningkatkan serangan beberapa kali dengan menggunakan beberapa komputer sekaligus, sehingga dapat mengakibatkan server atau keseluruhan segmen jaringan dapat menjadi "tidak berguna" bagi klien.



Serangan DDoS pertama kali muncul pada tahun 1999, tiga tahun setelah serangan Denial of Service yang asli dengan menggunakan serangan SYN Flooding, yang mengakibatkan beberapa server web di Internet mengalami "downtime". Pada awal Februari 2000, sebuah serangan yang besar dilakukan sehingga beberapa situs web terkenal seperti Amazon, CNN, eBay, dan Yahoo! mengalami "downtime" selama beberapa jam. Serangan yang lebih baru lagi pernah dilancarkan pada bulan Oktober 2002 ketika 9 dari 13 root DNS Server diserang dengan menggunakan DDoS yang sangat besar yang disebut dengan "Ping Flood". Pada puncak serangan, beberapa server-server tersebut pada tiap detiknya mendapatkan lebih dari 150000 request paket Internet Control Message Protocol (ICMP). Untungnya, karena serangan hanya dilakukan selama setengah jam saja, lalu lintas Internet pun tidak terlalu terpengaruh dengan serangan tersebut (setidaknya tidak semuanya mengalami kerusakan).

Tidak seperti akibatnya yang menjadikan kerumitan yang sangat tinggi (bagi para administrator jaringan dan server), teori dan praktek untuk melakukan serangan DDoS justru sederhana, yakni sebagai berikut:



  1. Menjalankan tool yang secara otomatis akan memindai jaringan untuk menemukan host-host yang rentan (vulnerable) yang terkoneksi ke Internet. Setelah host yang rentan ditemukan, tool tersebut dapat menginstalasikan salah satu jenis dari Trojan Horse yang disebut sebagai DDoS Trojan, yang akan mengakibatkan host tersebut menjadi zombie yang dapat dikontrol secara jarak jauh oleh sebuah komputer master yang digunakan oleh si penyerang asli untuk melancarkan serangan. Beberapa tool yang digunakan untuk melakukan serangan serperti ini adalah TFN, TFN2K, Trinoo, dan Stacheldraht, yang dapat diperoleh secara bebas di Internet.
  2. Ketika si penyerang merasa telah mendapatkan jumlah host yang cukup (sebagai zombie) untuk melakukan penyerangan, penyerang akan menggunakan komputer master untuk memberikan sinyal penyerangan terhadap jaringan target atau host target. Serangan ini umumnya dilakukan dengan menggunakan beberapa bentuk SYN Flood atau skema serangan DoS yang sederhana, tapi karena dilakukan oleh banyak host zombie, maka jumlah lalu lintas jaringan yang diciptakan oleh mereka adalah sangat besar, sehingga "memakan habis" semua sumber daya Transmission Control Protocol yang terdapat di dalam komputer atau jaringan target dan dapat mengakibatkan host atau jaringan tersebut mengalami "downtime".



Hampir semua platform komputer dapat dibajak sebagai sebuah zombie untuk melakukan serangan seperti ini. Sistem-sistem populer, semacam Solaris, Linux, Microsoft Windows dan beberapa varian UNIX dapat menjadi zombie, jika memang sistem tersebut atau aplikasi yang berjalan di atasnya memiliki kelemahan yang dieksploitasi oleh penyerang.



Share:

Translate

Categories